Menu

Mode Gelap
Pengukuhan DPP BARA HATI Indonesia Digelar di Aula Siantar Hotel, Tekankan Solidaritas dan Transparansi JUMAT BAROKAH PEWARTA POLRESTABES MEDAN, SEMANGAT BERBAGI DAN KEBERSAMAAN TETAP MENGUAT Jadi Korban Pencurian Pedagang ikan Pajak Pasar 3 Tembung Lapor Polisi Pelantikan SMSI Deli Serdang, Momentum Perkuat Media Profesional dan Bertanggung Jawab Anggota DPRD Deli Serdang Jhon Key Dukung Tim JCS di Ajang Mini Soccer Piala Gubsu 2026 GARNIZUN Dukung BNN Larang Vape: H. Ardiansyah Saragih Tegaskan Rokok Elektrik Kini Jadi Modus Baru Peredaran Narkotika

Aceh

Status Desa Alue Tingkeum Diduga Dihapus Secara Sepihak, LBH ANKARA: Selesaikan Atau Kami Proses Hukum

Avatar photobadge-check


					Foto: Muhammad Azhar, Ketua LBH ANKARA Kabupaten Aceh Utara Perbesar

Foto: Muhammad Azhar, Ketua LBH ANKARA Kabupaten Aceh Utara

Aceh Utara, Kamis (31/07/2024) – Lembaga Bantuan Hukum Advokasi Nusantara Untuk Keadilan Rakyat (LBH – ANKARA) mendesak Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE alias Ayah Wa, untuk segera melakukan tindakan pasti guna mengembalikan identitas Desa Seuneubok Alue Tingkeum sebagai Desa definitive mengingat admistrasi masyarakat setempat tidak bermuara, pernyataan ini disampaikan langsung oleh Muhammad Azhar selaku Ketua LBH ANKARA Kabupaten Aceh Utara.

Secara resmi ANKARA juga mempertanyakan kejelasan status Desa Seuneubok Alue Tingkeum, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, yang diduga telah dihapus dari struktur administrasi Desa secara sepihak dan tanpa adanya Peraturan Daerah (Perda) yang sah sebagai dasar hukum.

Selanjutnya, Pihaknya juga menyampaikan bahwa penghilangan nama Desa Seunubok Alue Tingkeum dari dokumen administrasi pemerintahan yang diduga dilakukan pasca perdamaian tahun 2005 telah menimbulkan kebingungan dan kerugian bagi masyarakat setempat.

“Kami menerima banyak keluhan dari warga, mereka merasa identitas Desanya dihilangkan begitu saja. Padahal, secara historis dan administratif, Desa ini sudah ada sejak lama dan memiliki dokumen lengkap seperti KTP, KK, dan sertifikat yang mencantumkan nama Desa tersebut,” ujar Azhar dalam siaran pers, Kamis (31/7/2025).

ANKARA juga menilai bahwa jika benar penghapusan itu dilakukan tanpa Perda, maka hal tersebut merupakan tindakan inkonstitusional dan bentuk mal administrasi serius. Merujuk pada ketentuan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, disebutkan bahwa pembentukan, penggabungan, penghapusan, atau perubahan status Desa hanya dapat dilakukan dengan Peraturan Daerah dan harus melibatkan partisipasi masyarakat.

“Kami menduga bahwa penghapusan ini dilakukan secara diam-diam, dan tanpa adanya musyawarah dengan masyarakat dan tanpa regulasi yang sah. Ini merupakan bentuk pengabaian terhadap asas transparansi dan partisipasi dalam pemerintahan,” tambah Azhar.

Akibat dari penghapusan status Desa tersebut, hampir 130 Kepala Keluarga yang bermukim di wilayah tersebut mengalami hambatan dalam mengakses layanan publik, seperti bantuan sosial, pengurusan dokumen, hingga pembangunan infrastruktur.

Pihaknya juga Menuntut Pemerintah Daerah untuk Bertindak Transparan. Dalam keterangan rilisnya,

ANKARA mendesak Bupati Aceh Utara untuk:

• Menjelaskan secara terbuka dasar hukum penghapusan Desa Seunubok Alue Tingkeum.

• Mengembalikan status administratif Desa apabila tidak ditemukan Perda yang sah.

• Menghentikan segala bentuk kebijakan sepihak yang tidak sesuai dengan peraturan perundang

Selain itu, ANKARA juga sedang mempersiapkan langkah hukum apabila tidak ada respons dari pemerintah daerah dalam waktu dekat.

Berbagai opsi untuk melakukan advokasi secara berjenjang baik ditingkat Eksekutif maupun Legislatif terhadap dugaan penghapusan Desa Seunubok Alue Tingkeum dari wilayah administrasi Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh saat ini sedang disiapkan, termasuk tidak terbatas akan mengajukan gugatan ke pengadilan sebegai bentuk perlawanan hukum atas tindakan sewenang-wenang tersebut.

 

Pewarta: Fadly P.B

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

GEGER! Geuchik di Aceh Utara Blokir WA Wartawan Saat Tanya Dana Desa, Tuding Gadungan Padahal Pernah Telponan

3 Maret 2026 - 11:31 WIB

GEGER! Geuchik di Aceh Utara Blokir WA Wartawan Saat Tanya Dana Desa, Tuding Gadungan Padahal Pernah Telponan

Taruna Akpol Hadir untuk Masyarakat, Bersihkan Fasilitas Publik dan Siap Gelar Bakti Sosial di Aceh Tamiang

17 Januari 2026 - 11:17 WIB

Taruna Akpol Hadir untuk Masyarakat, Bersihkan Fasilitas Publik dan Siap Gelar Bakti Sosial di Aceh Tamiang

Kolaborasi Kemanusiaan IGS dan Laznas Syarikat Islam Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang

18 Desember 2025 - 15:10 WIB

Kolaborasi Kemanusiaan IGS dan Laznas Syarikat Islam Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang

Bersatu dalam Doa, Bergerak dalam Aksi: Syarikat Islam Bantu Aceh dan Sumut

13 Desember 2025 - 09:09 WIB

Bersatu dalam Doa, Bergerak dalam Aksi: Syarikat Islam Bantu Aceh dan Sumut

Saat Perang Mengguncang Gaza dan Banjir Menghancurkan Kampung Sriwijaya, Cahaya Persaudaraan Tetap Menembus Gelap Aceh Tamiang

12 Desember 2025 - 07:36 WIB

Saat Perang Mengguncang Gaza dan Banjir Menghancurkan Kampung Sriwijaya, Cahaya Persaudaraan Tetap Menembus Gelap Aceh Tamiang
Trending di Aceh