Menu

Mode Gelap
Pengukuhan DPP BARA HATI Indonesia Digelar di Aula Siantar Hotel, Tekankan Solidaritas dan Transparansi JUMAT BAROKAH PEWARTA POLRESTABES MEDAN, SEMANGAT BERBAGI DAN KEBERSAMAAN TETAP MENGUAT Jadi Korban Pencurian Pedagang ikan Pajak Pasar 3 Tembung Lapor Polisi Pelantikan SMSI Deli Serdang, Momentum Perkuat Media Profesional dan Bertanggung Jawab Anggota DPRD Deli Serdang Jhon Key Dukung Tim JCS di Ajang Mini Soccer Piala Gubsu 2026 GARNIZUN Dukung BNN Larang Vape: H. Ardiansyah Saragih Tegaskan Rokok Elektrik Kini Jadi Modus Baru Peredaran Narkotika

Top News

Pengusaha Kaya Makassar Ditangkap: Otak di Balik Sindikat Uang Palsu UIN Alauddin

Avatar photobadge-check


					Pengusaha Kaya Makassar Ditangkap: Otak di Balik Sindikat Uang Palsu UIN Alauddin Perbesar

Polres Gowa berhasil menangkap tersangka utama dalam kasus sindikat uang palsu yang melibatkan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Tersangka diketahui utama, berinisial ASS, merupakan seorang pengusaha kaya asal Makassar, Sulawesi Selatan.

“Tersangka utama sudah kami tahan,” ujar Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, dalam konferensi pers akhir tahun di Mapolda Sulsel, Senin (30/12/2024).

Sindikat Terbongkar

Nama ASS mulai mencuat setelah penangkapan dua tersangka lainnya, yaitu Muhammad Syahruna (52) dan John Biliater Panjaitan (68). Menurut polisi, ASS kini tengah menjalani perawatan medis akibat kondisi kesehatannya yang menurun.

“Saat ini dia sedang sakit dan dirawat di bawah pengawasan Polres Gowa. Uang ini palsu dicetak sejak tahun 2022 hingga 2024,” ungkap Yudhiawan. Sementara itu, Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, memastikan bahwa kondisi kesehatan tersangka tidak menghambat proses penyidikan.

“Proses hukum tetap berjalan. Meski sedikit mundur, tidak ada kendala yang berarti,” ujarnya di RS Bhayangkara, Jl Mappaoddang, Makassar, Sabtu malam (28/12/2024), seperti dilansir Tribunnews.

Peran Penting Tersangka

Hasil pengungkapan mengungkapkan bahwa ASS memiliki peran sentral dalam operasi sindikat uang palsu ini. “Tersangka memberikan ide, modal, membeli mesin, dan memberikan perintah untuk mencetak uang palsu,” ungkap Dirreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Dedi Supriyadi.

Investigasi lebih lanjut menunjukkan bahwa ASS bekerja sama dengan Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, berinisial AI, untuk menyelundupkan mesin cetak ke lingkungan kampus. “Mesin itu dibawa ke kampus dengan alasan untuk keperluan fotokopi buku bagi mahasiswa, sehingga tidak menimbulkan bahaya,” jelas Yudhiawan.

Operasi Pencetakan

Awalnya, operasi sindikat ini dilakukan di Jl Sunu, Makassar. Namun, karena kebutuhan produksi dalam jumlah besar, mereka memutuskan untuk memindahkan mesin ke lingkungan kampus. “Mereka membutuhkan fasilitas yang lebih besar, sehingga pindah ke kampus,” tambah Yudhiawan.

Barang bukti utama berupa mesin cetak ditemukan di perpustakaan UIN Alauddin. Mesin tersebut dilaporkan dibeli seharga Rp 600 juta dan diimpor dari China.

Proses Hukum Berkelanjutan

Meskipun tersangka ASS telah dirawat karena kesehatannya menurun, pihak yang berwenang menyatakan bahwa proses hukum akan terus berjalan hingga tuntas.

Kasus ini menjadi pengingat akan metode canggih yang digunakan sindikat uang palsu saat ini serta kewaspadaan di institusi-institusi agar tidak dimanfaatkan untuk aktivitas kriminal.

Polisi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat, tanpa melihat jabatan atau latar belakang mereka, akan menghadapi konsekuensi hukum atas tindakan mereka. Publik dengan penuh perhatian menantikan perkembangan lebih lanjut dari penyelidikan ini.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Turnamen Anniversary SSB New Soccer Pratama Meriahkan Medan, 35 Tim dari 8 Daerah Bertarung Rebut Piala Bergengsi DPW dan DPD Gerakan Rakyat Sumatera Utara

29 Maret 2026 - 09:02 WIB

Turnamen Anniversary SSB New Soccer Pratama Meriahkan Medan, 35 Tim dari 8 Daerah Bertarung Rebut Piala Bergengsi DPW dan DPD Gerakan Rakyat Sumatera Utara

Destinasi Wisata Sumatera Utara Saat Lebaran: Pangururan Pasir Putih, Puncak Tele, hingga Si Bea-Bea Jadi Favorit Wisatawan

28 Maret 2026 - 06:58 WIB

Destinasi Wisata Sumatera Utara Saat Lebaran: Pangururan Pasir Putih, Puncak Tele, hingga Si Bea-Bea Jadi Favorit Wisatawan

Sinergi di Bulan Suci, SPPG 1 Kemala Bhayangkari dan Polsek Kampung Rakyat Bagikan Takjil untuk Pengguna Jalan

10 Maret 2026 - 12:23 WIB

Sinergi di Bulan Suci, SPPG 1 Kemala Bhayangkari dan Polsek Kampung Rakyat Bagikan Takjil untuk Pengguna Jalan

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, DPD Gerakan Rakyat Kota Medan Gelar Buka Puasa Bersama dan Muscab

9 Maret 2026 - 06:52 WIB

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, DPD Gerakan Rakyat Kota Medan Gelar Buka Puasa Bersama dan Muscab

GEGER! Geuchik di Aceh Utara Blokir WA Wartawan Saat Tanya Dana Desa, Tuding Gadungan Padahal Pernah Telponan

3 Maret 2026 - 11:31 WIB

GEGER! Geuchik di Aceh Utara Blokir WA Wartawan Saat Tanya Dana Desa, Tuding Gadungan Padahal Pernah Telponan
Trending di Aceh