Menu

Mode Gelap
Kunjungi BPS Labuhanbatu Selatan, M. Nuh Ingatkan Pentingnya Akurasi Data Nasional Polrestabes Medan Ungkap Kasus Judi Meja Ikan di Pulo Brayan, 5 Orang Diamankan Jatanras Polda Sumut Tangkap 2 Pelaku Penyerangan Anggota Polisi, 9 Orang Masih Buron Poldasu Siap Kawal Pendistribusian BBM, Setidaknya 786 Personel Poldasu Dikerahkan Amankan Distribusi BBM Sempat Kabur ke Riau, Pengedar Sabu yang Dibebaskan Paksa Warga di Medan Akhirnya Ditangkap Suruh Apriaman Lase Lompat Bunuh Diri di Apartemen Sky View Selayang, 2 Orang wanita Ditetapkan Tersangka Oleh Polrestabes Medan

Nasional

KPK: Orang yang Pakai Joki Skripsi di Kampus Merupakan Tindakan Memulai Kebiasaan Korupsi

Avatar photobadge-check

Perbesar

Orang yang Pakai Joki Skripsi di Kampus Merupakan Tindakan Memulai Kebiasaan Korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan pelatihan antikorupsi di Universitas Tanjung Pura (Unthan), Pontianak pada Jumat 11 November 2022.

Lembaga Anti-Korupsi memperingatkan siswa untuk tidak mengejar gelar PhD. Kantor dinas yang kotor dianggap berbahaya bagi negara. Pasalnya, sikap koruptif sudah tertanam dalam diri mahasiswa yang berusaha memalsukan makalahnya.

Pada hari Minggu 13 November 2022, Sub Edukasi dan Pelibatan Masyarakat KPK Wawan Wardiana menyatakan, “Dengan menggunakan joki, mahasiswa berbohong dan tidak setia dengan apa yang telah mereka lakukan.”, mengutip keterangan tertulis.

Wawan mengatakan layanan joki skripsi dapat merusak kredibilitas penilaian karya ilmiah mahasiswa. Kualitas disertasi juga mengesankan. “Nah, nggak usah capek-capek ke sekolah karena gampang dapat gelar (dalam dinas joki),” kata Wawan.

Mahasiswa Uni Eropa diminta untuk tidak menggunakan jasa joki dalam wisuda skripsinya. Penelitian ilmiah harus dilakukan secara terpisah untuk mencegah korupsi meningkat di masa depan. Sebuah penghapusan tegas dari kebiasaan joki di kampus juga menyerukan di seluruh komunitas Uni.

Selain itu, keuletan seluruh komunitas bulu babi diperlukan untuk mencegah korupsi lulusan. Warga Uni juga wajib konsisten menolak suap saat menerima mahasiswa. Menyuap penerimaan mahasiswa sama berbahayanya dengan perebutan disertasi. Keduanya dapat menyebabkan kebiasaan korup di masa depan.

“Jika ini dibiarkan dalam kehidupan sehari-hari, pasti akan mengarah pada suap dan kepuasan di masa depan. Kedua kasus ini mencapai 80% dari kasus korupsi KPK,” kata Wawan.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Poldasu Siap Kawal Pendistribusian BBM, Setidaknya 786 Personel Poldasu Dikerahkan Amankan Distribusi BBM

15 Juli 2026 - 13:37 WIB

Poldasu Siap Kawal Pendistribusian BBM, Setidaknya 786 Personel Poldasu Dikerahkan Amankan Distribusi BBM

Polda Sumut Raih Nugraha Sakanti di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Terima Langsung dari Presiden

1 Juli 2026 - 06:09 WIB

Polda Sumut Raih Nugraha Sakanti di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Terima Langsung dari Presiden

Hari Bhayangkara ke-80, Presiden Prabowo Tekankan Transformasi Polri Hadapi Tantangan Global

1 Juli 2026 - 05:38 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Presiden Prabowo Tekankan Transformasi Polri Hadapi Tantangan Global

Pimwil Bulog Sumut Budi Cahyanto Tinjau Pasar Sukaramai, Pastikan Minyakita dan Beras SPHP Tersedia serta Dijual Sesuai Ketentuan

23 Juni 2026 - 02:37 WIB

Pimwil Bulog Sumut Budi Cahyanto Tinjau Pasar Sukaramai, Pastikan Minyakita dan Beras SPHP Tersedia serta Dijual Sesuai Ketentuan

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

22 Juni 2026 - 02:50 WIB

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
Trending di Nasional