Sumatera Utara — Syarikat Islam Sumatera Utara resmi memulai pembangunan pondok pesantren pertamanya, menandai sejarah baru dalam perjuangan organisasi Islam tersebut di bidang pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat.
Setelah lama belum memiliki lembaga pesantren resmi di Sumatera Utara, langkah ini menjadi terobosan besar untuk menghadirkan pusat pendidikan Islam terpadu yang fokus mencetak generasi unggul, beriman, berilmu, dan berakhlak.
Pesantren ini diharapkan menjadi pusat kaderisasi umat, penguatan dakwah, serta pembangunan peradaban Islam yang lebih maju di Sumatera Utara.
Jawaban atas Kebutuhan Pendidikan Umat
Pembangunan pondok pesantren ini lahir dari kebutuhan nyata akan lembaga pendidikan Islam yang mampu menggabungkan ilmu agama, wawasan modern, dan pembinaan karakter.
Syarikat Islam menilai pesantren sebagai fondasi penting dalam melahirkan generasi masa depan yang siap memimpin, berdakwah, dan berkontribusi bagi umat serta bangsa.
Laznas Salam Sumut Pimpin Penghimpunan Dana
Penghimpunan donasi pembangunan dilakukan melalui Laznas Salam Sumut sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
Ketua Laznas Salam Sumut, Ust. H. Ahmad Farhan, menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah pembangunan secara transparan dan profesional.
“Kami berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas. Bantuan dapat berupa dana maupun material pembangunan demi percepatan terwujudnya pesantren ini,” ujarnya.
Gerakan ini juga melibatkan seluruh elemen Syarikat Islam, termasuk UPZ daerah, Pemuda Muslim, Perisai, Wanita Syarikat Islam, Gertasi, SEMMI, Halal Center, dan majelis taklim binaan.
Berdiri di Atas Tanah Wakaf
Pondok pesantren ini dibangun di atas tanah wakaf dari Almarhum Bambang Irawan beserta keluarga, yang menjadi fondasi awal perjuangan pendidikan umat.
Ketua Syarikat Islam Sumatera Utara, H. Hendra Cipta, SE., MM, berharap pembangunan segera terealisasi.
“InsyaAllah bulan Mei kegiatan Maghrib Mengaji sudah dimulai di lokasi. Bahkan Idul Adha tahun ini juga direncanakan pemotongan hewan qurban di area pesantren,” ungkapnya.
Ajakan Nasional untuk Amal Jariyah
Pembangunan pesantren ini menjadi peluang besar bagi masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam investasi akhirat melalui donasi, wakaf, maupun bantuan material.
“Mari bersama-sama mengambil bagian dalam pembangunan Pondok Pesantren Syarikat Islam Sumatera Utara sebagai amal jariyah untuk masa depan umat,” tegas Hendra Cipta.
Menuju Pusat Peradaban Islam Baru
Pondok pesantren ini diharapkan berkembang menjadi:
- Pusat pendidikan Islam modern
- Basis dakwah dan kaderisasi umat
- Sentra pemberdayaan masyarakat
- Simbol kebangkitan Syarikat Islam di Sumatera Utara
Dengan dukungan umat dan semangat gotong royong, pembangunan ini bukan sekadar mendirikan pesantren, tetapi membangun generasi, memperkuat dakwah, dan menyiapkan masa depan Islam yang lebih kokoh.
Syarikat Islam Sumatera Utara kini memulai langkah besar: membangun pesantren, membangun umat, dan menorehkan sejarah baru.











