Menu

Mode Gelap
Hendak Kirim Narkoba Ke Jakarta, 2 Pria Diciduk Polisi Polresta Deli Serdang Gagalkan Peredaran 21 Kilogram Sabu, dua Kurir Diamankan Konferwil HIMMAH Sumut “Cacat Prosedur “Tanpa Persidangan Dan Tanpa Pemilihan Atensi AKBP Jhon Sitepu, SIK, MH, Kapolsek Perbaungan Salurkan Bansos Ramadan untuk Korban Kebakaran di Sergai Selama100 Hari Pemberantasan Narkoba, Polrestabes Medan Sita 156 Kg Sabu dan Bekuk 718 Tersangka Wujudkan Solidaritas, Pewarta Polrestabes Medan Takziah ke Kediaman Redaktur Sumut24

Internasional

Penemuan Homo Juluensis: Jejak Baru Evolusi Manusia di China

badge-check


					Penemuan Homo Juluensis: Jejak Baru Evolusi Manusia di China Perbesar

Penemuan luar biasa di bidang paleoantropologi mengungkapkan spesies manusia purba baru yang diberi nama Homo juluensis. Fosil dari spesies ini ditemukan di situs Xujiayao di wilayah utara China dan diperkirakan hidup sekitar 200.000 tahun yang lalu. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang evolusi manusia dan keanekaragaman spesies manusia purba di Asia.

Para peneliti menemukan sisa-sisa kerangka dari 16 individu, yang menunjukkan ciri-ciri unik seperti tengkorak besar, tulang kranial yang lebar, dan gigi yang berukuran besar. Ukuran volume tengkoraknya berkisar antara 103 hingga 109 inci kubik, jauh lebih besar dibandingkan Neanderthal (88 inci kubik) dan manusia modern (82 inci kubik).

Beradaptasi dengan Lingkungan Ekstrem

Bersama dengan fosil, ditemukan juga alat-alat batu, artefak, dan tulang hewan yang menunjukkan kemampuan bertahan hidup Homo juluensis. Para peneliti percaya bahwa mereka adalah pemburu yang tangguh, yang memanfaatkan seluruh bagian hewan seperti daging, sumsum, hingga kulit untuk makanan dan pakaian. Keahlian ini memungkinkan mereka bertahan hidup di lingkungan dengan iklim yang ekstrem, termasuk musim dingin yang keras.

Menurut Christopher Bae, salah satu penulis penelitian, “Penelitian terbaru di China dan Asia Timur menunjukkan bahwa beberapa garis keturunan manusia purba ada selama periode Kuarter Akhir.” Periode ini, yang dimulai sekitar 300.000 tahun lalu, ditandai oleh perubahan iklim drastis seperti zaman es yang menyebabkan kepunahan banyak spesies purba.

Tantangan Hidup dalam Kelompok Kecil

Para peneliti memperkirakan Homo juluensis hidup dalam kelompok kecil yang terisolasi, yang kemungkinan membuat mereka lebih rentan terhadap perubahan lingkungan dan persaingan dengan spesies lain. Ketika manusia modern mulai bermigrasi keluar dari Afrika sekitar 120.000 tahun lalu, kemungkinan terjadi persilangan dan persaingan antara Homo juluensis dengan spesies manusia lain seperti Neanderthal.

Penemuan ini tidak hanya mengungkap spesies baru tetapi juga memperkaya pemahaman tentang evolusi manusia yang kompleks di Asia Timur. Dengan kemajuan teknologi dalam analisis fosil, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa Asia adalah pusat penting dalam sejarah manusia purba​.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kolaborasi Kemanusiaan IGS dan Laznas Syarikat Islam Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang

18 Desember 2025 - 15:10 WIB

Kolaborasi Kemanusiaan IGS dan Laznas Syarikat Islam Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang

SMP IT Al Washliyah Klambir Lima Selenggarakan Tholibul Qur’an 2025: Menyalakan Cahaya dalam Hati Para Pelajar Muda

4 Desember 2025 - 05:10 WIB

SMP IT Al Washliyah Klambir Lima Selenggarakan Tholibul Qur’an 2025: Menyalakan Cahaya dalam Hati Para Pelajar Muda

Rizqi Almaajid, S.Pd Raih Terbaik 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah BBGTK Sumut pada Peringatan Hari Guru Nasional 2025

29 November 2025 - 13:43 WIB

Rizqi Almaajid, S.Pd Raih Terbaik 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah BBGTK Sumut pada Peringatan Hari Guru Nasional 2025

Hotel Megah yang Terlupakan di Tengah Hutan Tijuca

30 Desember 2024 - 11:47 WIB

7 Kerajaan Besar di Afrika Kuno yang Setara dengan Mesir

27 Desember 2024 - 11:25 WIB

Trending di Internasional