Menu

Mode Gelap
Timsus Ditresnarkoba Polda Sumut Gagalkan Peredaran 500 Gram Sabu di Tebing Tinggi, Tiga Pelaku Diamankan Ekonomi Yang Baik Di Sumut Harus Kolaborasi Antarinstansi Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung Humanis dan Edukatif, Operasi Keselamatan Toba 2026 Jangkau Ribuan Pengguna Jalan di Sumut Ungkap Perkara Secara Terang, Polres Tanah Karo Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Batukarang Dari Lahan Kosong Jadi Sumber Pangan, Brimob Sumut Kembangkan P2L di Batalyon C

Blog

PDAM Tirtanadi Medan dan Deli Serdang Mati: Warga Berjuang dengan Air Hujan

badge-check


					PDAM Tirtanadi Medan dan Deli Serdang Mati: Warga Berjuang dengan Air Hujan Perbesar

Krisis air bersih melanda wilayah Medan dan Deli Serdang, Sumatera Utara, akibat gangguan pada layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi. Gangguan ini menyebabkan suplai air bersih terhenti di sejumlah kawasan sejak beberapa hari terakhir. Dampaknya, banyak warga terpaksa mengandalkan air hujan sebagai sumber utama untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi, mencuci, hingga memasak.

Penyebab Gangguan Layanan

Menurut keterangan resmi dari pihak PDAM Tirtanadi, gangguan ini terjadi akibat kerusakan pada pompa utama di Instalasi Pengolahan Air (IPA). Selain itu, hujan deras yang melanda wilayah Medan dan sekitarnya beberapa hari terakhir turut menghambat proses perbaikan. Kerusakan ini memengaruhi distribusi air ke berbagai zona pelayanan di Medan dan Deli Serdang.

“Kami memohon maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan ini. Tim teknis kami sedang bekerja maksimal untuk memperbaiki kerusakan agar distribusi air bersih dapat segera pulih,” ungkap salah satu perwakilan PDAM Tirtanadi pada konferensi pers yang digelar Senin (2/12/2024).

Dampak Terhadap Warga

Banyak warga mengeluhkan kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan harian mereka. Di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Percut Sei Tuan dan Medan Denai, warga terpaksa menampung air hujan dalam wadah besar untuk digunakan selama masa gangguan.

“Kami sangat kesulitan. Sudah tiga hari tidak ada air sama sekali. Air hujan ini jadi satu-satunya cara untuk mencuci pakaian dan mandi,” keluh Yuni, seorang ibu rumah tangga di Medan Denai.

Sementara itu, sebagian warga lain yang memiliki akses ke sumur bor atau air tanah merasa lebih beruntung, meskipun kualitas air tanah tidak sebaik air PDAM. “Kami pakai sumur, tapi airnya keruh. Kalau untuk masak, tetap harus pakai air kemasan,” ujar Faisal, warga Deli Serdang.

Upaya Penanganan

PDAM Tirtanadi mengaku telah mengambil langkah darurat untuk mengatasi masalah ini. Mereka telah mengerahkan truk tangki air bersih ke beberapa wilayah terdampak. Namun, upaya ini belum cukup memenuhi kebutuhan seluruh pelanggan.

“Kami memprioritaskan pengiriman tangki air ke daerah-daerah yang sangat terdampak, seperti kawasan pemukiman padat dan fasilitas umum,” jelas perwakilan PDAM.

Di sisi lain, pemerintah daerah turut mendesak PDAM Tirtanadi untuk mempercepat proses perbaikan dan meningkatkan infrastruktur pengolahan air guna mencegah masalah serupa di masa depan.

Solusi Jangka Panjang

Krisis ini menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan infrastruktur air bersih yang andal. Pengamat kebijakan publik di Medan menyarankan pemerintah dan PDAM Tirtanadi untuk menginvestasikan lebih banyak dana dalam modernisasi sistem pengolahan air.

“Masalah seperti ini tidak boleh terjadi berulang kali. Modernisasi pompa, perawatan berkala, dan pemetaan risiko harus dilakukan secara konsisten,” tegas Fadli Nasution, seorang pengamat kebijakan di Universitas Sumatera Utara.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya penghematan air juga perlu ditingkatkan. Dengan demikian, warga dapat lebih bijak menggunakan air bersih, terutama di saat-saat krisis.

Harapan Warga

Warga berharap agar suplai air bersih dapat segera pulih dan pelayanan PDAM Tirtanadi ditingkatkan. Krisis ini mengajarkan masyarakat untuk lebih menghargai air bersih sebagai kebutuhan vital yang sering dianggap remeh.

Dengan langkah perbaikan yang tepat dan perhatian serius dari pihak terkait, diharapkan distribusi air di Medan dan Deli Serdang akan kembali normal dalam waktu dekat. Sementara itu, warga terus bertahan dengan cara-cara alternatif, termasuk memanfaatkan air hujan sebagai sumber utama kebutuhan mereka.

Krisis air bersih yang terjadi di Medan dan Deli Serdang mengungkapkan perlunya pengelolaan dan infrastruktur yang lebih baik untuk layanan air bersih. Upaya perbaikan harus segera dilakukan agar warga tidak lagi mengalami kesulitan seperti ini di masa depan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MUI Deli Serdang Nyatakan Relokasi Masjid Al Ikhlas Dibenarkan, Musyawarah Jadi Jalan Utama Menjaga Ukhuwah

30 Desember 2025 - 11:11 WIB

MUI Deli Serdang Nyatakan Relokasi Masjid Al Ikhlas Dibenarkan, Musyawarah Jadi Jalan Utama Menjaga Ukhuwah

Ahmad Hanafi Raih Prestasi Juara 1 MTQ Cabang Syarhil Tingkat Kabupaten Deli Serdang

24 Desember 2025 - 07:13 WIB

Ahmad Hanafi Raih Prestasi Juara 1 MTQ Cabang Syarhil Tingkat Kabupaten Deli Serdang

Hari Ibu: Doa Seorang Ibu di Balik Prestasi Akademik

24 Desember 2025 - 07:10 WIB

Hari Ibu: Doa Seorang Ibu di Balik Prestasi Akademik

Kolaborasi Kemanusiaan IGS dan Laznas Syarikat Islam Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang

18 Desember 2025 - 15:10 WIB

Kolaborasi Kemanusiaan IGS dan Laznas Syarikat Islam Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang

Dirgahayu Republik Indonesia Ke-80

22 Agustus 2025 - 04:29 WIB

Dirgahayu Republik Indonesia Ke-80
Trending di Blog