Menu

Mode Gelap
Kompol Rafli: 100 Hari, Sat Narkoba Polrestabes Medan Ungkap 156 Kg Sabu; Bukber Jadi Momentum Apresiasi dan Santunan Anak Yatim Satresnarkoba Polres Batu Bara Amankan Pengedar Sabu di Talawi, Sita Barang Bukti 302 Gram Respons Cepat Aduan Warga, Polsek Kampung Rakyat Grebek Sarang Narkoba di Perlabian Dalam Safari Ramadhan dan Monev Kanwil Ditjenpas Sumut: Penguatan Pembinaan dan Pengamanan Selama Bulan Suci Polda Sumut Amankan Dua Ekskavator Diduga untuk Tambang Emas Ilegal di Mandailing Natal, Sempat Terjadi Intervensi Ramadhan yang Menghangatkan: Brimob Sumut Berbagi Sahur untuk Warga di Bawah Underpass Medan

Lifestyle

BPOM Ungkap Daftar Kosmetik Berbahaya yang Mengandung Merkuri dan Bahan Beracun

badge-check


					BPOM Ungkap Daftar Kosmetik Berbahaya yang Mengandung Merkuri dan Bahan Beracun Perbesar

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengingatkan masyarakat tentang bahaya penggunaan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokinon, dan zat lainnya. Dalam pengumuman terbarunya, BPOM merilis daftar produk kosmetik yang terbukti tidak aman berdasarkan hasil pengawasan dan uji laboratorium.

Daftar Kosmetik Berbahaya
Produk-produk yang masuk dalam daftar kali ini meliputi berbagai kategori seperti krim pemutih wajah, produk perawatan kulit, hingga lipstik. Merkuri, bahan yang sering ditemukan pada produk pemutih, dapat menyebabkan kerusakan ginjal, iritasi kulit, hingga risiko kanker jika digunakan dalam jangka panjang.

BPOM menemukan beberapa produk kosmetik tanpa izin edar atau menggunakan izin palsu yang mengandung bahan berbahaya ini. Daftar tersebut meliputi:

  1. Krim pemutih X – Mengandung merkuri di atas ambang batas.
  2. Lipstik Y – Terdeteksi mengandung pewarna sintetis berbahaya.
  3. Serum Z – Mengandung hidrokinon, bahan yang hanya boleh digunakan di bawah pengawasan dokter.

Risiko Kesehatan dari Merkuri dan Hidrokinon
Merkuri adalah logam berat yang sangat beracun. Dalam kosmetik, merkuri digunakan untuk mencerahkan kulit dengan cara menghambat pembentukan melanin. Meski efeknya terlihat cepat, dampaknya pada tubuh sangat berbahaya, mulai dari kerusakan sistem saraf hingga risiko gangguan janin pada ibu hamil.

Sementara itu, hidrokinon, meski diperbolehkan dalam dosis kecil oleh dokter, sering kali disalahgunakan dalam produk tanpa pengawasan. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai ochronosis eksogen, yaitu penggelapan kulit permanen.

Langkah BPOM dalam Menangani Kosmetik Berbahaya
BPOM terus melakukan inspeksi rutin ke berbagai toko kosmetik, platform online, dan pusat distribusi untuk menarik produk-produk ilegal dari pasaran. Selain itu, BPOM juga meningkatkan pengawasan terhadap kosmetik impor, terutama produk yang berasal dari negara-negara dengan regulasi kosmetik yang lemah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak tergoda dengan klaim ‘pemutih cepat’ atau ‘hasil instan’ yang sering ditemukan pada produk tanpa izin. Masyarakat harus menjadi konsumen cerdas dengan selalu memeriksa nomor registrasi BPOM sebelum membeli kosmetik,” kata Kepala BPOM dalam konferensi pers.

Peran Masyarakat dalam Mencegah Penggunaan Kosmetik Berbahaya
BPOM mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan produk-produk mencurigakan melalui kanal resmi seperti aplikasi BPOM Mobile dan pusat layanan aduan. Konsumen juga disarankan untuk membeli kosmetik hanya dari penjual terpercaya yang menjamin keamanan dan legalitas produknya.

Untuk memudahkan masyarakat, BPOM menyediakan fasilitas pencarian nomor registrasi di situs resminya. Dengan memasukkan kode produk, konsumen dapat memastikan bahwa produk yang akan dibeli telah terdaftar secara resmi.

Dukungan dari Industri Kosmetik Lokal
Industri kosmetik lokal diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan produk-produk yang aman dan berkualitas. Produk lokal yang mematuhi regulasi BPOM memiliki peluang besar untuk menarik perhatian konsumen yang semakin sadar akan pentingnya keamanan produk.

Pengumuman BPOM ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih produk kosmetik. Dengan menghindari kosmetik berbahaya dan memilih produk yang sudah terjamin keamanannya, konsumen tidak hanya melindungi kesehatan pribadi, tetapi juga mendukung ekosistem industri kosmetik yang bertanggung jawab.

Bagi Anda yang ingin mengetahui daftar lengkap produk kosmetik berbahaya, kunjungi situs resmi BPOM atau unduh aplikasinya untuk informasi terkini. Tetaplah waspada dan bijak dalam memilih produk untuk kecantikan dan kesehatan Anda.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Elton Hotman Klarifikasi Kasus Viral Klenteng Thai Seng Hut Co di Binjai

26 Februari 2026 - 12:21 WIB

Elton Hotman Klarifikasi Kasus Viral Klenteng Thai Seng Hut Co di Binjai

Ketua Pewarta Polrestabes Medan Jenguk Istri Wartawan Sumut24 yang Dirawat di ICU

17 Februari 2026 - 12:45 WIB

Ketua Pewarta Polrestabes Medan Jenguk Istri Wartawan Sumut24 yang Dirawat di ICU

Masyarakat Kab. Serdang Berdagai Menolak Aktivitas PMI (PEKERJA MIGRAN INDONESIA) Ilegal di Wilayah Mereka.

17 Februari 2026 - 05:40 WIB

Masyarakat Kab. Serdang Berdagai Menolak Aktivitas PMI (PEKERJA MIGRAN INDONESIA) Ilegal di Wilayah Mereka.

Brimob Polda Sumut Kawal Normalisasi Sungai Garoga, Wujudkan Lingkungan Aman dan Hunian Layak

17 Februari 2026 - 03:38 WIB

Brimob Polda Sumut Kawal Normalisasi Sungai Garoga, Wujudkan Lingkungan Aman dan Hunian Layak

Lakukan Tindakan Pasti Untuk Masyarakat, Ketua Al Washliyah Medan Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan

12 Februari 2026 - 15:17 WIB

Lakukan Tindakan Pasti Untuk Masyarakat, Ketua Al Washliyah Medan Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan
Trending di Lifestyle